10 Mar 2010 : " KAMI SIAP MELAYANI ANDA DENGAN TEPAT, CEPAT, TRANSPARAN, AKUNTABEL DAN TANPA IMBALAN "              09 Mar 2010 : " KAMI SIAP MELAYANI ANDA DENGAN TEPAT, CEPAT, TRANSPARAN, AKUNTABEL DAN TANPA IMBALAN "             

Sambutan Kapolda

Pesatnya perkembangan teknologi dalam bidang informasi dan komunikasi dewasa ini membuat seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati informasi tanpa batas. Baca selengkapnya
 

Didukung oleh


 
 

Dikejar Satpol PP, Tenggelam di BKT


Sumber : KOMPAS.com

 


JAKARTA, KOMPAS.com — Ari (17), satu dari empat pengamen remaja, tewas tenggelam di Banjir Kanal Timur atau BKT saat dikejar anggota Satuan Polisi Pamong Praja. Selasa (9/3/2010) pagi, pencarian di BKT Kilometer 27, Duren Sawit, Jakarta Timur, dilanjutkan.

Adi (17), kawan mengamen Ari, menjelaskan, pekan lalu, ia, Ari, Encu, dan Iyus sedang mengamen di persimpangan Jalan Raden Inten. Saat melihat dua mobil dinas yang membawa anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), mereka kabur.

Adi, Encu, dan Iyus menghilang di permukiman warga, sedangkan Ari lari ke arah BKT di Kilometer 27. ”Saya melihat Ari melompat ke BKT. Ia sempat minta tolong dan melambaikan kedua tangannya sebelum tenggelam,” ungkap Adi.

Namun, ujar Adi, seorang anggota Satpol PP tidak peduli, bahkan mengejek, ”Lihat itu, kawanmu jatuh tenggelam di BKT.”

Kepala Polsek Metro Duren Sawit Komisaris Titik Setiawati mengatakan, Rosidah, ibu korban, melaporkan ke polisi bahwa anaknya meninggalkan rumah. ”Ia tidak melaporkan bahwa anaknya melompat dan mungkin tewas di BKT. Yang ia laporkan, anaknya meninggalkan rumah,” kata Titik.

Mengutip penjelasan Rosidah, Titik mengatakan bahwa Ari sering meninggalkan rumah hingga sepekan. Menurut Titik, kebiasaan itu umum terjadi di kalangan anak pengamen jalanan.

Sayang, kala itu Rosidah tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai sejumlah hal yang terkait dengan menghilangnya Ari.

Titik menjelaskan, Rosidah melapor ke Polsek Metro Cakung, Minggu (7/3). Kepada polisi, Rosidah melaporkan anaknya pergi dari rumah sejak Rabu (3/3). ”Menurut saksi Ari, hari Rabu itulah terjadi pengejaran yang dilakukan sejumlah anggota Satpol PP,” ucap Titik.

Adi sudah diperiksa sebagai saksi. ”Saat saya tanya, mengapa baru sekarang menyampaikan kesaksiannya kepada orangtua Ari, Adi menjawab, takut ditangkap dan dibawa ke Panti Kedoya,” papar Titik.

Dikonfrontasi

Senin (8/3), seorang wartawan menghubungi Titik menanyakan kasus Ari. ”Saya kaget. Sungguh saya tidak tahu tentang kabar bahwa Ari tenggelam,” ucap Titik.

Seusai mendapat informasi itu, Titik memerintahkan jajarannya meminta bantuan tim penyelamat mencari Ari hari itu. Pencarian dihentikan karena hujan lebat turun.

Pencarian akan dilanjutkan hari ini. Sementara itu, polisi akan mencari saksi lain yang menguatkan kesaksian Adi. ”Kalau cuma satu saksi, lemah. Dalam koridor hukum, satu saksi bukan saksi,” tutur Titik.

Selain mencari saksi lain, polisi juga akan menghubungi Satpol PP Jaktim untuk dimintai keterangan. ”Kami akan mengonfrontasi penjelasan Adi,” ujar Titik.

Ia menolak menjawab kemungkinan pelanggaran hukum yang dilakukan Satpol PP. ”Pasti kami selidiki karena ini menyangkut nyawa manusia yang hilang. Masalahnya, kasus ini masih terlalu dini,” ucap Titik. (WIN)

 

 

BERITA LAINNYA



Lanjut ->

Jajak Pendapat

Apakah situs web Reskrimum Polda Metro Jaya ini bermanfaat untuk Anda?
Ya
Biasa Saja
Tidak